Komponen Utama Arsitektur Bangunan Masjid

Arsitektur Bangunan Masjid

Masjid merupakan salah satu hasil karya arsitektur yang berfungsi sebagai tempat ibadah umat muslim. Masjid secara harfiah berasal dari bahasa arab yang berarti tempat sujud. Sehingga menurut pandangan masyarakat, pada umumnya masjid adalah tempat untuk sembahyang lima waktu dan sembahyang Jumat saja. Padahal jika dimaknai lebih, dalam konteks gedung masjid bukan hanya sekedar tempat untuk sujud / sembahyang saja.

Komponen Arsitektur Masjid

Seiring perkembangan zaman, bangunan masjid semakin berkembang dan memiliki beragam bentuk dan seni dekorasi yang mengandung unsur-unsur islam sesuai dengan kaidah-kaidah islam hingga disebut dengan arsitektur Islam. Arsitektur islam merupakan konsep dan gagasan dalam perancangan arsitektur yang berdasar pada Al-Qur’an dan Al hadist dan sesuai dengan kaidah-kaidah islam, sehingga menghasilkan karya yang tidak bertentangan dengan prinsip ketauhidan, ketentuan syari’ah, dan nilai-nilai akhlak yang baik.

Sebuah masjid dapat dikenali dengan beberapa ciri-ciri yang melekat pada masjid tersebut yang terpengaruhi oleh beberapa budaya di berbagai belahan dunia.

1. Bentuk Masjid

Bentuk masjid pada umumnya dipengaruhi oleh gaya timur tengah yang kemudian disesuaikan dan dikembangkan sesuai dengan kondisi budaya setempat. Di timur tengah bentuk-bentuk awal masjid yang sering dijumpai adalah bentuk hypostyle yang pertama kali dipelopori oleh bani Umayah.

Denah masjid ini berbentuk persegi atau persegi panjang dan terdapat halaman terbuka di sisi depan yang dikelilingi oleh suatu ruangan terbuka atau biasa disebut Portico. Bentuk denah seperti ini sebenarnya merupakan adaptasi dari kuil-kuil yang ada di Romawi. Masjid ini mempunyai ciri jumlah tiang yang banyak sebagai penyangga atap yang datar, setiap tiang di hiasi dengan lengkungan-lengkungan dan dihiasi dengan ornamen kaligrafi.

Di Indonesia sendiri bentuk masjid pada awalnya dipengaruhi oleh berbagai adat budaya setempat. Berbagai filosofi budaya masyarakat setempat menghasilkan bentuk masjid yang simbolis dan memiliki makna yang mendalam. Bentuk bentuk tersebut tertuang dalam bentukan tata ruang, bentuk atap, bahan yang digunakan, dan berbagai ornamen-ornamen yang menghiasi masjid tersebut.

Seiring dengan perkembangannya, bentuk-bentuk masjid mulai di kembangkan dengan mengakulturasi bentukan masjid yang ada di timur tengah dengan bentuk masjid tradisional Indonesia sehingga menghasilkan ragam bentukan masjid yang bervariasi dan tersebar di berbagai daerah di nusantara.

2. Kubah Masjid

kubah masjid

Pada masa kesultanan Ustmaniyah pada abad ke-15, diperkenalkan kubah sebagai atap masjid yang dipengaruhi oleh bangunan-bangunan Bizantium. Bentuk kubah memiliki keunggulan yaitu kubah dapat membentang dengan area yang luas tanpa di sangga oleh kolom-kolom sehingga memaksimalkan ruang untuk beribadah.

Bentuk kubah ini kemudian sangat diminati oleh masyarakat dan dipakai oleh masjid-masjid di berbagai negara dan menjadi ciri khas sebuah masjid karena keindahannya dan keefektifitas ruang yang dihasilkan. Kubah sudah menjadi ciri sebuah masjid yang melekat pada masyarakat umumnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai struktur bentang lebar mulai ditemukan. Peran kubah yang dulu merupakan atap yang dapat menghasilkan ruang yang luas di bawahnya tanpa kolom, saat ini hanya berfungsi sebagai hiasan saja. Terlebih saat ini ada yang jual kubah masjid berkualitas dan tahan lama sehingga tidak perlu repot lagi membuatnya.

3. Menara Masjid

Menara pada masjid telah menjadi ciri khas bangunan masjid. pada zaman dahulu menara digunakan sebagai tempat mengumandangkan azan. Menara pada masjid ini terinspirasi dari menara gereja yang terdapat lonceng untuk memanggil para jemaatnya. Hingga kini fungsi menara pada masjid difungsikan sebagai tempat pengeras suara untuk mengumandangkan azan.

Masjid-masjid di Indonesia pun banyak yang menggunakan menara pada masjid, selain berfungsi sebagai tempat pengeras suara, menara juga berfungsi sebagai penanda keberadaan masjid, sebagai obyek wisata, dan lain sebagainya

4. Tempat Ibadah

Fungsi utama masjid adalah untuk sembahyang, termasuk sembahyang jumat, oleh karena itu dalam ruang utama masjid terdapat mimbar sebagai tempat khotib menyampaikan khotbahnya maupun digunakan oleh penceramah dalam kajian-kajian dakwah.

Masjid dilengkapi dengan mihrab sebagai penanda arah kiblat dan juga sebagai tempat imam memimpin sholatnya. Ruang sholat masjid sebisa mungkin tidak terhalang oleh apapun sehingga dapat menjaga kerapatan saff-saff sholat.

5. Tempat Bersuci

Masjid juga dilengkapi dengan tempat wudhu dan kamar mandi / wc sebagai tempat jamaah untuk bertoharoh. Antara toilet dengan tempat wudhu biasanya terdapat kolam untuk membasuh kaki setelah di toilet agar terjaga kesuciaannya.

Pada masjid tradisional di Indonesia biasanya terdapat kolam kecil yang mengelilingi serambi masjid yang berfungsi sebagai tempat transisi untuk membasuh kaki sebelum masuk ke dalam masjid agar masjid terjaga kesuciannya.

Penutup

Masjid saat pertama kali didirikan oleh Rasulullah SAW bertujuan bukan hanya sekedar tempat sujud saja, akan tetapi terdapat banyak fungsi dan kebutuhan yang melatarbelakangi pendirian masjid tersebut. Fungsi utama dari pendirian masjid tersebut adalah sebagai cikal bakal perkembangan peradaban islam.

Di masjid inilah segala kepentingan yang menyangkut urusan dengan Tuhan dan urusan dengan dunia terkait perkembangan islam didiskusikan dan dilaksanakan. Masjid menjadi pusat pemerintahan, pusat pendidikan dan pembinaan umat, pusat kebudayaan, pusat ekonomi sehingga masjid menjadi pusat perkembangan peradaban dunia Islam.

Selama ini fungsi masjid-masjid di Indonesia hanya sebatas untuk pelayanan ibadah sholat saja dan belum mengoptimalkan fungsi-fungsi lain yang seharusnya dimiliki masjid seperti: sosial kemasyarakatan, pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia, dan pembangunan ekonomi umat.

sumber image: Anugerah Kubah Indonesia penyedia dan kontraktor kubah masjid Indonesia yang berpengalaman.

 

Komponen Utama Arsitektur Bangunan Masjid

Recommended For You

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.