Keseimbangan Kehidupan dan Pekerjaan (work-life balance)

Apakah Anda pernah merasa terlalu banyak bekerja dan lebih banyak tantangan dalam menjalani pekerjaan Anda? Jika jawabannya pernah, anda tidak sendiri. Setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan pernah merasakan hal demikian. Merasa jenuh atau lelah terhadap pekerjaan yang mengakibatkan tidak produktif dalam bekerja, lebih sering sakit dan juga tidak bahagia.

Di saat berada pada titik tersebut, sudah saatnya memikirkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan (work-life balance). Yakni mencari apa yang perlu dilakukan untuk membuat motivasi dan semangat kita meningkat kembali.

Keseimbangan Kehidupan dan Pekerjaan (work-life balance)

Pengertian Work-Life Balance

Istilah work-life balance mungkin sering didengar akhir-akhir ini, khususnya di perusahaan world class yang mengedepankan betapa pentingnya membuat pekerja merasa dilibatkan dan memiliki motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pengertian work-life balance adalah konsep program dalam menentukan prioritas yang tepat antara pekerjaan (karir dan ambisi) dan gaya kehidupan ( kesehatan , kesenangan , rekreasi , keluarga dan pengembangan spiritual). Hal ini terkait dengan keseimbangan pilihan gaya hidup dan pekerjaan.

Work life-balance adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan (termasuk peraturan di dalamnya) yang secara aktif memberikan support kepada pekerja perusahaan agar menggapai sukses di pekerjaan maupun di rumah.

Sebuah work-life balance yang ideal adalah perusahaan yang memungkinkan pekerjanya untuk:

  1. Memberikan support untuk orang-orang yang ada di lingkungan sekitarnya (orangtua, anak, pasangan hidup)
  2. Memberikan support untuk kesehatan fisik dan spiritual pekerja
  3. Menciptakan jadwal pekerjaan yang fleksibel dan memberikan ruang untuk pekerja agar memiliki kesempatan untuk menyelesaikan tanggung jawab kantor namun tetap memiliki kehidupan yang seimbang di luar kantor.
  4. Menyediakan sarana sosial dan mem bangun komunitas baik bagi pekerja
  5. Menyokong inisiatif culture change untuk membangun perusahaan yang lebih baik.

Perusahaan dengan konsep work-life balanced program yang baik akan dapat meningkatkan produktivitasnya. Contoh nyata perusahaan world class yang telah mengaplikasikan work life balance dan meningkatkan produktifitas perusahaan adalah MITRE Company. Perusahaan nasional Amerika yang bergerak dalam bidang Research and Development.

Survei perusahaan karier dan community terkemuka di Amerika Glassdoor.com, menempatkan MITRE di peringkat 1 sebagai “Perusahaan Nasional Terbaik untuk Pekerja” pada tahun 2012, dengan keuntungan yang meningkat lebih dari 6% setiap tahunnya.MITRE mempertahankan filosofi perusahaan “Memberi orang paket manfaat yang inovatif, fleksibel dan kompetitif, membuat mereka memiliki pengetahuan tentang itu, menunjukkan kepada mereka bagaimana menggunakannya, dan yang akan memberdayakan mereka untuk membuat pilihan terbaik mereka sendiri”. Terbukti filosifi tersebut bisa menjaga kualitas, pemenuhan target, dan work-life balance pekerjanya dengan sangat baik hingga mengantarkan MITRE sebagai salah satu perusahaan terkuat di Amerika Serikat.

Contoh lain sebagaimana diterapkan di Exxon Mobil Oil, yang memiliki standar sistem rewards and compensation. Khusus pekerja wanita, mendapatkan beberapa kemudahan karena kodrat yang dimilikinya seperti High Performes dan Family’s First. Dengan kompensasi High Performers pekerja wanita memiliki hak untuk mengerjakan pekerjaan dari rumah apabila ada keperluan urgent, seperti menyusui anak. Karena ijin yang berkaitan dengan urusan keluarga dimudahkan, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi penilaian kinerja, tetapi justru membuat rasa tanggungjawab dan rasa memiliki perusahaan begitu tinggi di kalangan pekerja.

7 Kebijakan Pendukung Program Work-life Balance

Work life balance merupakan satu dari lima Total Rewards dari setiap perusahaan yang diberikan untuk karyawannya.  Menurut World at work ada lima Total Rewards yakni compensation, benefits, work-life, performance & recognition, development & career opprotunities. Dari setiap elemen tersebut secara kolektif ditujukan untuk menarik, memotivasi dan memrpertahankan karyawan melalui keselarasan nilai antara perusahaan dan karyawannya.

Strategi Total Rewards yang efektif akan melahirkan kepuasan karyawan, keterlibatan dan produktivitas yang tinggi sehingga membuat kinerja bisnis dan hasil sesuai dengan yang diinginkan.Karena itu World at work memberikan tujuh kategori kebijakan yang dapat mendukung program work-life balance yang efektif dengan memperhatikan pekerja, keluarga dan masyarakat. Ketujuh kategori tersebut adalah :

1. Menciptakan tempat kerja yang fleksibel, dimanapun dan bagaimanapun pekerjaan dapat diselesesaikan oleh individu maupun team. Pekerja dengan akses fleksibilitas tinggi akan merasa lebih puas dan engage dengan perusahaan. Misalnya flexi time, tele-work, telecommuting, job sharing, nursing station untuk ibu menyusui, dll.

2. Program cuti, yang merupakan waktu yang disediakan khusus bagi pekerja untuk rehat sejenak dari rutinitas kerja, untuk berlibur dan berkumpul dengan keluarga. Program cuti yang biasa diterapkan yakni cuti tahunan, libur hari besar, cuti melahirkan.

3. Program Kesehatan dan kesejahteraan. Sebuah survey yang dilakukan oleh Towers Watson menyimpulkan perusahaan dengan program kesehatan dan produktivitas yang paling efektif akan menghasilkan 11% lebih revenue per karyawan, dan menunjukkan trend biaya kesehatan serta absenteeism yang menurun dari setiap pekerjanya. Di Pertamina program ini diwujudkan dengan sarana fitness center, program pengendalian berat badan, program bantuan berhenti merokok, management stres, dan lain-lain.

4. Program kemasyarakatan, yakni program yang memperhatikan pembinaan masyarakat dimana perusahaan tersebut berada. Karena pekerja dan masyarakat sekitar harus terhubung erat. Hal ini biasa diterapkan melalui program CSR, donasi yayasan, pemberdayaan masyarakat, dll.

5. Caring for Dependent, yakni program sponsor untuk anak-anak yang membutuhkan pendidikan tinggi di setiap negara. Seperti program child-care resource.

6. Financial Support, yakni adanya beberapa program financial yang disediakan perusahaan akan memberikan benefit bagi tercapainya efektivitas work–life balance pekerja.

7. Culture Change Initiatives, yakni sebuah sistem managemen perubahan budaya yang kuat dalam rangka membangun leadership, dapat tercapainya efektivitas work-life balance dengan baik. Misalnya work re-design, program budaya yang merupakan internalisasi 6C, dll.

Pada akhirnya Kunci dari work-life balance kembali kepada diri kita sendiri sebagai penentu ‘balance’ atau tidaknya antar pekerjaan dan kehidupan pribadi kita. Meskipun perusahaan telah memberikan fasilitas dan benefit bagi setiap pekerjanya, tetapi hal itu kembali lagi pada diri kita masing-masing, bagaimana kita bisa berkontribusi secara penuh bagi perusahaan tetapi tanpa meninggalkan kehidupan sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat yang mempunyai tuntutan dan tanggung jawab.

 

Keseimbangan Kehidupan dan Pekerjaan (work-life balance) – Lentera Manajemen

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *