5 Tata Krama Melayani Konsumen

Banyak penjual yang tidak mencapai kesuksesan karena mengabaikan konsep konsumen. Padahal perilaku konsumen yang merupakan tindakan-tindakan secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang atau jasa tersebut, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.

Pada hakekatnya mempelajari konsumen sama halnya mempelajari perilaku manusia. Istilah perilaku konsumen yang pada umumnya konsumen memusatkan perhatiannya pada perilaku individu yang khususnya membeli suatu produk, sekalipun konsumen tersebut tidak terlibat dalam merencanakan keputusan pembelian produk tersebut ataupun menggunakan produk tersebut.

5 Tata Krama Melayani Konsumen

Dalam menjual produk apapun, seorang tenaga penjual mesti menghargai konsumennya. Berikut ini tips terkait hal tersebut.

1.Perlakukan mereka bukan sebagai konsumen

Konsumen itu teman kerja, bukan sekadar pembeli produk Anda. Salah satu kegagalan terbesar seorang penjual adalah karena menganggap mereka hanya bertransaksi dengan Anda. Padahal, jika mereka merasa puas sudah bertransaksi dengan Anda, mereka tidak segan-segan mereferensikan Anda kepada orang-orang yang mereka kenal.

2. Konsumen juga manusia

Konsumen bukan robot. Apa bedanya manusia dengan robot? Robot hanya perlu diberi program standar, lalu beroperasi sesuai urutan perintah yang diterimanya. Tapi, sadarkah bahwa banyak penjual memperlakukan konsumennya seperti robot melalui serangkaian daftar pertanyaan atau frequently asked questions yang pada akhirnya menjadi klise karena tidak menjawab kebutuhan konsumen. Daftar pertanyaan tersebut hanyalah sebagai panduan, bukan daftar pertanyaan baku.

3. Konsumen adalah raja

Benar! Tetapi, raja juga manusia yang tentunya tidak luput dari kesalahan. Saat Anda harus memperlakukan konsumen seperti raja, miliki pengertian bahwa jika raja melakukan kesalahan diperlukan sebuah keterampilan berkomunikasi yang tepat sehingga tidak menyinggung perasaannya.

4. Gunakan bahasa yang sopan

Bila ingin menggunakan bahasa gaul, jangan terburu-buru menggunakannya sebelum mengenal konsumen Anda dengan baik. Sebagai contoh, gunakan kata “saya” untuk mengacu pada diri sendiri, bukan “aku”. Penggunaan bahasa yang tepat akan menggambarkan profesionalisme kerja seseorang di hadapan orang lain.

5. Senyum tak selalu menyelesaikan segalanya

Tidak semua konsumen yang kita temui sedang dalam situasi senang. Ada kalanya kita harus berhadapan dengan konsumen yang mengajukan keluhan atau komplain. Karena itu, Anda harus siap menanggapinya dengan tepat. Bayangkan, apabila mereka sedang mengajukan keluhan dan Anda menghadapinya dengan senyum-senyum, akibatnya fatal bukan?

 

5 Tata Krama Melayani Konsumen

Recommended For You

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *