5 Kebiasaan Orang Jerman yang Patut untuk Diadaptasi

Kebiasaan Orang Jerman. Orang jerman terkenal dingin dan disiplin. Kedua sifat tersebut telah menjadi rahasia umum. Jika Anda pergi ke Jerman maka akan terasa sekali perbedaannya dengan di negara sendiri. Mereka terkesan tidak ramah, jadi sebaiknya kita membuka diri untuk mengenali bagaimana sifat mereka.

masyarakat jerman

Sifat yang dimiliki oleh orang Jerman tersebut juga mempengaruhi kebiasaan mereka. Walaupun mereka terlihat tidak peduli namun justru sebaliknya mereka sangat peduli terhadap kehidupan sosial. Jadi jangan heran jika semua sifat orang Jerman tersebut yang membangun ekonomi mereka menjadi hebat seperti sekarang seperti yang Saya kutip dari website Virtu.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, patutlah kita mencontoh apa saja yang sering dilakukan orang Jerman dalam memajukan diri mereka. Tidak perlu langsung mencontoh hal yang besar, mulailah dengan meniru hal-hal yang kecil.

5 Kebiasaan Positif Orang Jerman yang Perlu Di Contoh

Bagi Anda yang hendak pergi ke Jerman, mengenali kebiasaan masyarakat di sana terlebih dahulu tidak akan menimbulkan yang disebut culture shock. Baik dalam hal pekerjaan, sekolah dan kehidupan sehari-hari banyak hal positif dari orang-orang Jerman yang perlu dicontoh. Berikut ini lima kebiasaan yang sering dilakukan orang Jerman sehari-hari perlu diketahui:

Baca juga:  Kelola Ambisi, Jangan Bersikap Ambisius

1. Transportasi

Transportasi yang paling banyak digunakan oleh orang Jerman adalah bus atau subway. Kedua alat transportasi ini digunakan untuk berangkat dan pulang kerja atau sekolah. Jadi pada saat jam sibuk semua transportasi akan penuh. Selain transportasi umum, orang Jerman sangat suka berjalan kaki.

Demi menunjang kebiasaan ini, pemerintah selalu menyediakan tempat untuk pejalan kaki yang nyaman di setiap kota. Orang Jerman sangat menyayangi tubuh mereka jadi baik berjalan kaki atau naik sepeda lebih banyak dipilih. Anda tidak akan banyak menemukan kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil.

2. To the Point

Di beberapa negara berbicara dengan basa-basi akan dianggap sopan, namun tidak dengan orang Jerman. Mereka suka berbicara apa adanya dan langsung pada point yang dimaksudkan. Jika mereka tidak suka maka mereka akan langsung mengatakan tidak.

Mereka menganggap bahwa basa-basi hanya akan membuang waktu. Kebiasaan ini akan cukup lama untuk diadaptasi oleh orang Indonesia. Banyak yang merasa kaget dan awalnya tersinggung, dan jika ini diterapkan maka kebudayaan akan semakin maju.

3. Mengambil libur saat sakit

Jangan memaksa bekerja saat Anda sedang sakit. Inilah kebiasaan yang dilakukan di Jerman. Di Indonesia sendiri jika sedang sakit harus tetap masuk bekerja, dan kebiasaan ini sudah menjadi hal yang umum. Justru ketika Anda sedang sakit orang Jerman akan menyuruh pulang dan beristirahat.

Baca juga:  Pentingnya Etika Dalam Berbisnis

Seseorang yang sedang sakit dan tetap memaksakan bekerja akan dianggap membawa penyakit. Atasan tentu tidak ingin karyawan yang lain tertular seseorang yang sedang sakit dan tetap memaksakan untuk bekerja.

4. Tidak menjawab email ketika berlibur

Banyak negara lain yang mengharuskan karyawannya tetap bekerja di hari libur. Walaupun mereka sudah mengambil cuti, seringkali mengerjakan pekerjaan melalui email. Ketika bekerja di Jerman, justru menjawab email pada saat bekerja dilarang. Kebiasaan ini sudah menjadi aturan sosial yang diterapkan untuk berbagai jenis perusahaan.

5. Tidak melakukan kegiatan di hari Minggu

Orang Jerman akan bermalas-malasan pada hari Minggu. Banyak pusat perbelanjaan yang tutup pada hari tersebut. Tidak akan ada orang yang bekerja pada hari Minggu, mereka akan menghabiskan waktu seharian berkumpul dengan keluarga. Bagi orang yang tinggal sendiri, pergi hiking akan menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan.

 

Kebiasaan Orang Jerman yang Patut untuk Diadaptasi

Loading...

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *