Pengertian Nilai Ekonomi

Secara umum, pengertian nilai ekonomi adalah pengukuran jumlah maksimum seseorang ingin mengorbankan barang dan jasa untuk memperoleh barang dan jasa tertentu lainnya.

Pengertian Nilai Ekonomi

Secara formal, konsep ini disebut sebagai keinginan untuk membayar (willingness to pay/WTP) seseorang terhadap barang dan jasa yang dimaksud.

Penilaian pada konsep ekonomi diartikan sebagai suatu kegiatan penilaian yang berhubungan dengan perubahan kesejahteraan masyarakat.

Pengukuran dari nilai tambah pada sesuatu di ilmu ekonomi adalah berdasarkan pandangan dari individu, sehingga indikatornya adalah keinginan membayar (WTP) untuk mengkonsumsi atau tidak mengkonsumsi sesuatu.

Oleh karenanya, nilai tambah yang didapatkan suatu individu pasti akan sebanding dengan kesediaan membayar seseorang untuk menikmati sesuatu tersebut.

Konsep nilai ekonomi bukan hanya menyangkut nilai pemanfaatan langsung dan tidak langsung semata. Nilai atau Value bisa diartikan sebagai kepentingan (importance) atau keinginan (desirability) dimana keduanya merupakan indikator nilai subjektif.

Nilai merupakan harga yang diberikan oleh seseorang terhadap sesuatu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Dengan kata lain, ukuran harga di tentukan oleh waktu, barang atau uang yang akan dikorbankan seseorang untuk memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang diinginkannya.

Pengukuran nilai ekonomi dengan WTP

Pengukuran nilai ekonomi sering menggunakan Willingness To Pay (WTP) daripada melalui pengukuran willingness to accept (WTA) yaitu jumlah minimum pendapatan seseorang untuk mau menerima penurunan terhadap sesuatu. WTA bukan pengukuran berdasarkan insentif sehingga kurang tepat untuk dijadikan studi yang berbasis perilaku manusia.

Hubungan antara WTP dan benefits dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Willingness To Pay (WTP)

Terdapat dua jenis kurva untuk permintaan akan suatu barang. Keuntungan yang ingin diketahui adalah benefits ketika terjadi penambahan kuantitas dari q1 ke q2. Nilai keuntungan diukur oleh WTP dan totalnya adalah daerah di bawah dari kurva permintaan. Kala kuantitas semakin naik sebesar (q1–q2), maka perubahan keuntungan/benefits digambarkan oleh kurva permintaan dengan areanya di bawah adalah daerah b, sehingga total dari benefits adalah daerah a+b

Ada tiga cara untuk mengestimasi WTP yaitu dengan:

(1) mengamati perilaku membayar individu untuk membeli suatu barang;

(2) mengamati perilaku individu atas uang, waktu, tenaga, dan sebagainya untuk memperoleh suatu barang atau jasa untuk menghindari kerugian;

(3) menanyakan secara langsung kepada individu apakah individu bersedia membayar  atas barang dan jasa tertentu untuk menghindari kerusakan atau kepunahan di masa yang akan datang.

Di dalam pengukuran WTP yang dapat diterima harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. WTP tidak memiliki batas bawah yang negatif;
  2. Batas atas WTP tidak boleh melebihi pendapatan;
  3. Adanya konsistensi antara keacakan (randomness) pendugaan dan keacakan perhitungannya.

 

Pengertian Nilai Ekonomi

Recommended For You

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *