Bagaimana Meningkatkan Moral Kerja Karyawan?

Apa sebenarnya Moral Kerja itu? Pengertian Moral Kerja adalah reaksi mental seseorang terhadap suatu pekerjaan. Agar seseorang mempunyai reaksi mental yang prima tentu diperlukan sesuatu, baik itu yang berasal dari diri sendiri maupun yang didukung oleh kekuatan yang berasal dari lingkungannya.

Meningkatkan Moral Kerja

Kekuatan yang berasal dari diri seseorang karyawan merupakan rahasia yang perlu diketahui oleh seorang Manager atau Pemimpinnya. Tetapi tidak sekedar untuk diketahui saja melainkan rahasia yang menguntungkan perlu untuk dimanfaatkan. Dengan demikian menurunnya moral kerja yang juga merupakan faktor hambatan tercapainya produktivitas tidak akan terjadi.

Agar karyawan dapat berkarya sesuai dengan apa yang diharapkan, sangat perlu diperhatikan kebutuhannya, baik menyangkut jasmani spiritual maupun rohaninya. Selama manusia hidup didunia ini, dilihat dari sisi lain yang berdasarkan kenyataan, tidak selalu semua kebutuhan dari berbagai aspek itu terpenuhi.

Jika kemarin kebutuhan ini terpenuhi, maka kebutuhan yang itu belum tentu terpenuhi hari ini. Atau besok ada kebutuhan lain yang ditangguhkan. Pendek kata dengan terpenuhinya kebutuhan yang satu akan membawa munculnya kebutuhan yang lain.

Meningkatkan Moral Kerja

Berdasarkan pengamatan para pakar yang bergerak dibidang peningkatan moral kerja terhadap para karyawan atau pekerja di perusahaan, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh pemimpin (para Manajer), agar para pekerja berkarya secara optimal.

Rasa Aman dan Hidup Layak 

Rasa Aman baik secara jasmani maupun rohani bagi para pekerja sangat diperlukan. Kondisi Yang “Menyenangkan” memang relatif sifatnya, karena sesuatu yang menyenangkan bagi seseorang, belum tentu demikian bagi orang lain. “Menyenangkan” dalam hal ini adalah suatu kondisi yang tidak akan mengganggu kesehatan Jasmani dan Rohani atau kondisi yang tidak membosankan.

Rasa Diikutsertakan 

Selain sebagai makhluk individual, kita termasuk Makhluk Sosial, tidak ada perasaan terisolir, semua pekerja mendapat Giliran dalam memperbaiki hubungan sosial dalam kelompok “Masyarakatnya”.

Diperlukan Wajar dan Jujur 

Tidak ada istilah “anak mas”. Pimpinan memperhatikan semua personal sama rata, juga dalam hal pembagian tugas dan tanggung-jawab secara adil, jujur dan wajar. Antara Kewajiban dan Hak disesuaikan. Antara pekerjaan dan gaji yang diterima, sehingga nilai pengabdian yang didasarkan atas moral kerja itu akan tetap dipertahankan, bahkan diharapkan secara meningkat.

Rasa Optimis 

Pimpinan (Manajer) perlu mengakui bahkan menghargai kemampuan anak buahnya, paling tidak memberikan pujian jika memang prestasinya layak dipuji.

Penghargaan atas Sumbangan 

Salah satu kebutuhan rohani dan psikologis manusia pada umumnya termasuk para pekerja adalah adanya pengakuan dari orang lain. Apa yang mereka sumbangkan bukan hanya materi melainkan sumbangan pikiran, gagasan dan pengabdian, ingin di ketahui dan dihargai oleh atasannya. Pimpinan baru peka terhadap sumbangan dalam bentuk apa saja yang diberikan oleh para pekerjanya. Mutlak pula adanya pengakuan dari pimpinan atau bila perlu berupa imbalan dalam bentuk materi.

Sengaja Dilibatkan 

Dalam penyusunan kebajikan Perusahaan, juga diberi kesempatan untuk menyumbangkan pikiran dan gagasan dalam pengambilan keputusan. Mereka akan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang sangat berharga bagi kemajuan pekerjanya.

Harga Diri 

Agar semangat dan gairah kerja dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, harga diri pekerja sangat penting mendapatkan penghormatan secara wajar. Rasa harga diri seseorang akan ada selagi ia merasakan sukacita bekerjasama dengan orang lain.

Meningkatkan Moral Kerja – Referensi Manajemen

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *