Peluang Halodoc Menjadi Startup Unicorn di Indonesia

Halodoc merupakan salah satu aplikasi kesehatan di smartphone buatan Indonesia yang memiliki fitur utama konsultasi online dengan dokter umum maupun spesialis serta membeli obat secara online kapan saja, dimana saja selama 24 jam.

Halodoc Menjadi Startup Unicorn

 

Aplikasi Halodoc yang diluncurkan pada tahun 2016 merupakan produk Mobile Health Technology (MHealth Tech) dibawah naungan startup PT Media Dokter Investama sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani bidang telekonsultasi kesehatan .

Dalam perkembangannya, saat ini diperkirakan pengguna Halodoc telah mencapai lebih dari delapan juta orang. Per September 2019, ada 22 ribu dokter dan 500 partner rumah sakit di seluruh Indonesia yang telah bergabung di Halodoc.

Bahkan pada Maret 2019 lalu, Halodoc meraih pendanaan seri B US$ 65 juta atau sekitar Rp 920 miliar yang dipimpin oleh UOB Venture Management. Tambahan modal itu digunakan untuk pengembangan layanan kesehatan dengan menggandeng lebih banyak mitra penyedia jasa dan asuransi.

Untuk memperluas pasar, Halodoc pun bekerja sama dengan beberapa investor. Di antaranya Openspace Ventures, Grup Clemont, Blibli.com, InvesIdea, serta dengan Grup Gojek melalui fitur Go-Med.

Dalam laporan Google, Temasek, dan Bain bertajuk e-Conomy SEA 2019, ada lebih dari 70 startup yang valuasinya mendekati unicorn (aspiring unicorn) di Asia Tenggara. Mereka sudah memperoleh US$ 1,1 miliar sepanjang Semester I 2019.

Sejak 2016 hingga Semester I 2019, startup ini memperoleh US$ 5,9 miliar. Salah satu startup yang tergolong dalam aspiring unicorn adalah Halodoc.

Dengan demikian, Halodoc Konsultasi Dokter berpeluang menjadi startup unicorn di Indonesia. Apalagi pemerintah Indonesia mendukung startup kesehatan dan pendidikan berpeluang menjadi unicorn selanjutnya dengan menganggarkan Rp 500 triliun lebih untuk pendidikan dan mengalokasikan lebih dari Rp 100 triliun untuk kesehatan.

Pasar kesehatan memang masih potensial karena pemain di sektor kesehatan belum terlalu banyak. Selain itu, pelaku usaha di bisnis ini masih berfokus di Pulau Jawa. Karena itu, potensi pasar di bidang ini cukup besar.

Berdasarkan data Frost and Sullivan, nilai industri kesehatan di Indonesia diperkirakan naik dari US$ 7 triliun pada 2014 menjadi US$ 21 triliun tahun ini. Berkaca dari data itu, Halodoc terus berfokus mentransformasikan sektor kesehatan melalui pemanfaatan teknologi yang mutakhir.

Halodoc bergerak di bidang digital healthcare, tentu memiliki tim teknologi (developer) yang handal karena memiliki peran yang vital dalam perusahaan digital. Selain itu, ada tim-tim lainnya yang mendukung seperti business development, integrasi, keuangan, procurement, marketing, dan HR serta tentu saja adalah tim dokter.

 

Peluang Halodoc Menjadi Startup Unicorn di Indonesia

Loading...

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *