Waspada! Ancaman Skimming Saat Transaksi Perbankan di ATM

skimming atm

Baru-baru ini, Indonesia kembali diguncang dengan tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak, yaitu skimming pada kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dilansir dari laman situs berita tampang.com (13/03/24), polisi telah berhasil menangkap 5 orang pelaku yang melakukan kejahatan skimming di Jakarta. Mereka berhasil ditangkap di tiga tempat yaitu Serpong, Lombok dan NTB. Skimming, sebuah bentuk pencurian informasi kartu kredit atau debit yang dilakukan secara ilegal, telah menjadi ancaman serius bagi keamanan transaksi perbankan di seluruh dunia.

Modus Operandi dan Sejarah Skimming

Skimming, secara teknis, merupakan salah satu bentuk dari metode phishing, dimana data sensitif seperti nomor rekening, nomor kartu, dan PIN dicuri dengan cara menyalin informasi yang tersimpan di strip magnetik kartu kredit atau debit. Tindakan ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 2009 di Woodland Hills, California, ketika skimmer pertama kali digunakan untuk mengkloning data dari magnetic stripe kartu ATM.

Modus operandi dari skimming tidak hanya terbatas pada mesin ATM, namun juga merambah ke mesin Electronic Data Capture (EDC) yang sering kita temui di toko-toko. Banyak media online maupun offline menyebutkan bahwa ada dua metode utama yang digunakan dalam skimming pada mesin EDC: pertama, dengan menyematkan skimmer khusus pada mesin, dan kedua, dengan menggunakan metode yang lebih rumit yang disebut wire tapping, dimana saluran komunikasi data antara mesin EDC dan bank disadap.

Menghindari Ancaman Skimming ATM

Memahami potensi bahaya skimming adalah langkah pertama dalam melindungi diri kita dari tindakan kriminal ini. Berikut beberapa tips untuk bertransaksi secara aman menggunakan kartu debit/kredit :

  1. Jaga Kerahasiaan Data: Hindari memberikan informasi atau data kartu Anda kepada pihak yang tidak jelas atau tidak terpercaya. Ini termasuk nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan kode CVV. Ingatlah bahwa bank atau lembaga keuangan yang sah tidak akan pernah meminta informasi sensitif seperti ini melalui telepon atau email.
  2. Periksa Transaksi Secara Berkala: Selalu periksa lembar slip transaksi setelah melakukan pembayaran dengan kartu Anda. Pastikan bahwa jumlah yang tercetak sesuai dengan jumlah yang Anda bayar. Selain itu, aktiflah dalam memantau aktivitas rekening Anda melalui ATM, internet banking, atau aplikasi perbankan seluler untuk mendeteksi transaksi yang mencurigakan atau tidak dikenali.
  3. Hindari Menandatangani Slip Transaksi Kosong: Pastikan untuk tidak pernah menandatangani slip transaksi yang masih kosong atau belum diisi dengan jumlah pembelian. Menandatangani slip kosong dapat membuka celah bagi penyalahgunaan kartu Anda.
  4. Perhatikan Fisik Mesin ATM: Saat akan melakukan transaksi di mesin ATM, perhatikan dengan cermat kondisi fisik mesin tersebut. Waspadai tanda-tanda adanya manipulasi, seperti kabel yang terlepas atau adanya perbedaan pada slot kartu atau tombol keypad. Mesin ATM yang tampak mencurigakan bisa menjadi indikasi adanya skimmer yang dipasang untuk mencuri informasi kartu.
  5. Pilih Lokasi ATM dengan Teliti: Saat akan menggunakan mesin ATM, pilihlah lokasi yang terang benderang dan termonitor dengan baik. Hindari menggunakan ATM yang terletak di tempat yang sepi atau gelap, serta pastikan ada pengawasan dari kamera CCTV dan keberadaan petugas keamanan.

Penutup

Keamanan dan privasi kartu debit/kredit merupakan hal yang sangat penting dalam bertransaksi keuangan. Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat dan tetap waspada terhadap potensi ancaman, kita dapat melindungi diri kita sendiri dari tindakan kriminal seperti skimming. Ingatlah untuk selalu berhati-hati dan waspada saat bertransaksi menggunakan kartu, serta melaporkan segala bentuk kejanggalan atau tindakan kriminal kepada pihak berwajib. Dengan demikian, kita dapat menjaga keamanan dan kenyamanan dalam mengelola keuangan kita secara elektronik.

 

Waspada! Ancaman Skimming Saat Transaksi Perbankan di ATM

Recommended For You

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *