Meraup Untung Dari Telur Ayam Arab

Ayam arab merupakan jenis ayam petelur yang sering disebut dengan istilah brakel kriel-silver. Ayam ini mudah dikenali dari warna bulu pada leher yang putih mengkilap, sedangkan bulu punggung berwarna putih dengan bintik hitam. Jika melihat sepintas, kombinasi warna bulu dari ayam arab mirip dengan kalkun.

Budidaya Telur Ayam Arab

Harga telurnya lebih tinggi dibanding telur jenis lain. Pangsa pasarnya yang terbuka lebar jadi alasan menekuni usaha beternak ayam Arab

Ayam arab merupakan ayam tipe petelur unggul karena kemampuannya bertelur yang cukup tinggi. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya tinggi yaitu mencapai 190-250 butir per tahun dengan berat telur rata-rata 40 gram.

Dibandingkan ayam lainnya, masa bertelur ayam Arab terbilang paling menjanjikan dengan usia rata-rata ayam Arab adalah 2 tahun, maka masa produktif ayam ini sekitar 18 bulan. Selama masa produktif tersebut dibagi dalam 4 fase dengan satu masa bertelur selama 3 bulan dan jeda 15 hari setelah itu bertelur kembali. Persentase bertelur ayam Arab bisa mencapai hingga 90% yang merupakan persentase bertelur paling tinggi ketimbang ayam jenis lain.

Di Indonesia, banyak orang yang sudah membudidayakan ayam arab. Salah satunya karena pembudidayaan dan penjualannya relatif lebih mudah. Perawatan dan pembudidayaan ayam arab pada dasarnya sama dengan ayam ras jenis lain. Ayam arab hanya butuh diberi makan sekali sehari. Yang penting, kandangnya harus bersih sebab ayam ini riskan terhadap serangan penyakit serta virus.

Dalam memasarkan hasil budidaya ayam Arab baik telur maupun dagingnya tidaklah sulit. Ayam ini bisa dibilang sudah memiliki pangsa pasar yang cukup luas di kalangan masyarakat. Keunggulan tekstur dan rasa daging serta telurnya yang menyerupai telur ayam kampung memang sudah terkenal. Info lainnya Furniture Bambu Lokal Mampu Tembus Pasar Global

Beda telur ayam arab dengan ras lain terletak pada cangkang telur. Jika ayam arab berwarna putih susu, telur ayam ras biasa lebih kecoklat-coklatan. Berat berat telur ayam arab lebih ringan yakni hanya 38 gram – 50 gram, sedangkan telur ayam biasa bisa mencapai 48 gram – 60 gram. Meski ukurannya lebih kecil dan beratnya lebih ringan dibanding telur jenis lain, kuning telur ayam arab lebih besar.

Biasanya, orang menggunakan telur ayam untuk campuran jamu. Telur ayam arab dianggap punya khasiat tinggi dalam penyembuhan penyakit. Selain itu, konsumen telur ayam arab juga datang dari pabrik roti, serta swalayan. Pabrik roti suka dengan telur ayam arab karena memiliki kuning telur yang lebih besar ketimbang ayam biasa. Dengan ukuran yang kuning yang lebih besar, kandungan protein telur ayam arab juga lebih tinggi. Protein telur ayam arab mencapai 20% lebih banyak dari ayam biasa plus kandungan betakarotin yang tinggi. Dengan keunggulan tersebut, telur ayam arab memiliki prospek pasar yang bagus.

Teknik Budidaya Ayam Arab

Apabila anda ingin mendapatkan produktivitas ayam arab yang maksimal diperlukan perawatan yang optimal pula, seperti : penyediaan kandang yang sesuai, pakan yang teratur, pengendalian penyakit. Untuk melakukan budidaya ayam Arab, hal yang pertama harus dilakukan ialah menyiapkan kandang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang untuk ayam Arab. Pertama, letak kandang yang baik untuk membudidaya ayam Arab adalah menghadap timur atau barat. Hal ini bertujuan agar ayam Arab mendapat pasokan sinar matahari yang diarahkan bisa masuk ke kandang dan mengangkat gas amoniak serta mematikan bakteri/ virus yang berkembang di kotoran ayam.

Pembuatan kandang disesuaikan dengan umur, populasi dan tujuan budidaya, sehingga macam kandang antara lain : Box Indukan, Liter atau Postal untuk pembesaran, Bateray untuk kandang produksi telur.

Dalam memasukkan DOC ke box indukan yang perlu diperhatikan adalah suhu ruangan 35 ‘ C / 95’ F , untuk itu diperlukan lampu pemanas 40 watt dengan ukuran box indukan 100 cm x 100 x 60 cm untuk 60 ekor sampai umur 7 hari. Untuk DOC sebanyak 40 ekor ayam sampai umur 14 hari dengan pemanas sampai 25 watt, 20 ekor sampai umur 23 hari dengan pemanas 15 watt. Selanjutnya jumlah 20 ekor / m2 sampai dengan umur 30 hari dengan menggunakan penerangan 5 watt pada malam hari saja.

Kandang liter digunakan untuk memelihara ayam yang telah berumur 31 hari sampai umur 2 bulan, dengan ukuran 4 m x 4 m dan tinggi 2,5 m menampung 200 ekor atau 5-7 ekor/ m2,sedangkan setelah ayam dewasa kepadatannya 4 ekor/m2. Kandang baterai, khusus untuk ayam petelor, satu ayam satu petak, kandang dibuat dengan ukuran : panjang 25 cm, lebar 35 cm, tinggi belakang 28 cm dan tinggi depan 35 cm.

Untuk pemberian pakan harus memperhatikan jumlah dan mutunya, jika tidak tepat maka perhitunganya merugi. Peternak harus mampu menekan biaya pakan serendah mungkin tanpa harus mengurangi mutu dan nilai zat gizinya. Ada dua jenis pakan yang bisa diberikan untuk ayam Arab, yaitu pakan buatan pabrik seperti dedak atau pakan organik yang terdiri dari sayuran seperti kangkung, singkong dan lain-lain. Namun kebanyakan peternak memilih menggunakan pakan buatan pabrik dengan alasan lebih praktis dan juga kandungan pakan tersebut sudah memenuhi kebutuhan perkembangan ayam, seperti protein, vitamin, dan lain-lain.

Sedangkan pada pengendalian penyakit, pada umumnya Ayam arab ini lebih tahan terhadap serangan penyakit dibanding dengan ayam ras dan ayam buras lainya, tetapi bukan berarti kebal terhadap penyakit. Pengendalian penyakit yang perlu antara lain : Vaksinasi yang teratur , kebersihan kandang dengan desinfektan.

Hal yang tak kalah penting adakah tahapan pengelolaan reproduksi ini berkaitan dengan masalah produksi terutama produksi telor , baik untuk tujuan telor tetas maupun telor konsumsi. Bila telor untuk tujuan tetas, maka perlu diperhatikan perbandingan jantan dan betina minimal 1 : 8.

Pada umur 5 bulan ayam arab sudah mulai bertelur, puncak produksinya pada umur 8 bulan dan rata-rata bisa mencapai 80- 90%. Bila mengharapkan 80 % DOC yang dihasilkan, betina sebaiknya dikawinkan jam 17.00 Wib. Bila menghendaki 50 % DOC jantan dan 50 % betina, maka perkawinan harus dilakukan pada jam 11.00 – 13.00 Wib.

Sumber: BRAFO PMK

 

Meraup Untung Dari Telur Ayam Arab – Wirausaha

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *