Sekilas PT Angkasa Pura I (Persero)

PT Angkasa Pura I (Persero) merupakan pelopor pengusahaan kebandarudaraan secara komersial di Indonesia. PT Angkasa Pura I senantiasa mendukung kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan. Hal ini dilakukan guna menghasikan keuntungan bagi Perseroan melalui usaha jasa kebandarudaraan dalam arti yang seluas-luasnya dan kegiatan bisnis lainnya yang relevan dengan usaha jasa kebandarudaraan, baik dilaksanakan mandiri maupun bekerja sama dengan badan lain.

Segmentasi pasar PT Angkasa Pura I (Persero) terbagi menjadi 2 jenis, yaitu segmen produk jasa yang diberikan kepada perusahaan (Badan Usaha Angkutan Udara dan Mitra Usaha) dan segmen produk jasa yang diberikan langsung kepada konsumen (penumpang pesawat udara dan pengantar/penjemput). Sampai dengan akhir tahun 2016, Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) sebanyak 13 bandara dan 1 Strategic Business Unit dan 5 anak Perusahaan yang terletak di kota-kota besar wilayah tengah dan timur Indonesia.

Sejarah singkat PT Angkasa Pura I

PT Angkasa Pura I (Persero) berawal dari Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran, yang dibentuk pada tanggal 20 Februari 1962 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 1962. Tugas pokoknya adalah mengelola dan mengusahakan Bandar Udara Kemayoran Jakarta, yang merupakan bandar udara internasional pertama di Indonesia.

Setelah melalui masa transisi selama dua tahun, terhitung sejak 20 Februari 1964 PN Angkasa Pura Kemayoran resmi mengambil alih secara penuh aset dan operasional Bandar Udara Kemayoran Jakarta dari Pemerintah. Tanggal 20 Februari 1964 itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Perseroan.

Dalam perkembangannya, untuk lebih memperluas cakupan kerja mengelola bandar udara lain di wilayah Indonesia, berdasarkan PP Nomor 21 tahun 1965, PN Angkasa Pura Kemayoran berubah nama menjadi Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura sejak tanggal 17 Mei 1965. Perubahan ini bertujuan untuk lebih membuka peluang bagi PN Angkasa Pura dalam melakukan pengelolaan bandar udara lain di wilayah Indonesia antara lain; Bandar Udara Ngurah Rai – Bali, Halim Perdanakusuma – Jakarta, Polonia – Medan, Juanda – Surabaya, Sepinggan – Balikpapan, dan Sultan Hasanuddin – Ujung Pandang.

Kemudian berdasarkan PP Nomor 37 Tahun 1974, status badan hukum Perseroan diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum). Secara umum, seluruh perubahan tersebut ditujukan untuk lebih memperluas cakupan kerja pengelolaan bandar udara di Indonesia. Di tahun 1985, Bandar Udara Internasional Kemayoran dinyatakan berhenti beroperasi. Seluruh kegiatan operasional dialihkan ke Bandar Udara Soekarno Hatta yang pada kala itu bernama Bandar Udara Cengkareng (CGK).

Berdasarkan PP Nomor 25 tahun 1987, Perum Angkasa Pura berubah nama sejak tanggal 19 Mei 1987 menjadi Perum Angkasa Pura I bersamaan dengan dibentuknya Perum Angkasa Pura II yang khusus bertugas mengelola Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

Di tahun 1992, berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 1992, bentuk Perusahaan Umum (Perum) diubah menjadi Perusahaan Terbatas (PT) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Negara Republik Indonesia sehingga namanya menjadi PT Angkasa Pura I (Persero) dengan Akta Notaris Muhani Salim, SH tanggal 3 Januari 1993 dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman dengan keputusan Nomor: C2-470.HT.01.01 Tahun 1993 tanggal 24 April 1993 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 52 tanggal 29 Juni 1993 dengan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor: 2914/1993. Hingga saat ini Perseroan tidak pernah melakukan pergantian nama dan tetap menggunakan nama PT Angkasa Pura I (Persero).

Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero), yaitu:

  1. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) – Bali
  2. Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya (SUB) – Surabaya
  3. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) – Makassar
  4. Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (BPN) – Balikpapan
  5. Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo (BIK) – Biak
  6. Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi (MDC) Manado
  7. Bandar Udara Internasional Adisutjipto (JOG) – Yogyakarta
  8. Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo (SOC) – Surakarta
  9. Bandar Udara Syamsudin Noor (BDJ) – Banjarmasin
  10. Bandar Udara Internasional Pattimura (AMQ) – Ambon
  11. Bandar Udara Internasional Ahmad Yani (SRG) – Semarang
  12. Bandar Udara Internasional Lombok (LOP) – Praya
  13. Bandar Udara Internasional El Tari (KOE) – Kupang

Logo Perusahaan Angkasa Pura I

Logo Perusahaan Angkasa Pura I

Tulisan “Angkasa Pura” tampil dengan segar berdampingan dengan kata “Airports” untuk memperjelas bisnis yang digeluti perusahaan. Warna hijau bermakna bisnis yang membumi, berakar, tumbuh dan lestari yang dipadu dengan warna biru yang melambangkan langit atau angkasa. Dua warna yang berbeda dipadu secara harmonis untuk memberi pesan tentang cita-cita yang setinggi langit dan harus dimintai dengan sinergi konsep dan kerja yang membumi, berakar, tumbuh dan lestari.

Simbol dan unsur “give and take” menyiratkan bahwa: suatu perolehan adalah merupakan konsekuensi logis dan memberi: yang merupakan dasar prinsip kemuliaan pelayanan dan profesionalisme dalam kebersamaan “together stronger”.

Simbol juga menyiratkan “senyuman” yang melambangkan keramahan pelayanan yang manusiawi yang merupakan kebanggaan perusahaan.

Simbol dua unsur yang “inter-locking” mencerminkan safety and security concept yang merupakan faktor terpenting dalam Airport Business. Penerapan simbol dengan sudut aerodinamis yang naik ke kanan mencerminkan tekad dan semangat transformasi yang progresif diupayakan demi kemajuan perusahaan.

Bidang Usaha PT Angkasa Pura I

Kegiatan usaha yang dijalankan adalah Jasa Pelayanan Kebandarudaraan yang meliputi:

Aeronautika Non ATS (Kebandaraan)

  1. Penyediaan, pengusahaan dan pengembangan fasilitas untuk kegiatan pelayanan pendaratan, lepas landas, parkir dan penyimpanan pesawat udara.
  2. Penyediaan fasilitas Counter Check-in, Garbarata (Aviobridge), Baggage Handling System(BHS)/ Hold Baggage Screening (HBS)
  3. Penyediaan, pengusahaan dan pengembangan fasilitas terminal untuk pelayanan angkutan penumpang, kargo dan pos.

Non Aeronautika (Non Bandara)

  1. Penyediaan lahan untuk pembangunan, lapangan dan kawasan industri serta gedung/bangunan yang berhubungan dengan kelancaran angkutan udara.
  2. Penyediaan, pengusahaan dan pengembangan fasilitas elektronika, listrik, air dan instalasi limbah buangan.
  3. Penyediaan jasa konsultansi, pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kebandarudaraan.
  4. Usaha-usaha lain yang dapat menunjang tercapainya tujuan Perseroan.

KANTOR PUSAT PT Angkasa Pura I

Kota Baru Bandar Kemayoran Blok B12 Kav. 2, Jakarta Pusat Jakarta 10610

  • Tel : (021) 6541961 ext. 2116
  • Fax : (021) 6541514
  • Email : humas@angkasapura1.co.id
  • Website: www.angkasapura1.co.id

Recommended For You

About the Author: Lentera Bisnis

Wiraswata bebas yang nggak mau terikat ikut berbagi informasi pengetahuan bisnis berdasarkan pengalaman dan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *