Gendang Kayu Menembus Pasar Dunia

Gendang (kendang) merupakan produk yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dimana pun di dunia. Semua orang tahu bahwa untuk menghasilkan suara yang enak didengar, gendang harus ditabuh dengan teknik menabuh tertentu. Kualitas suara yang dihasilkan dari gendang tentu saja sangat ditentukan oleh kualitas kulit dan kayu yang menjadi bahan dasar pembuatan gendang serta bagaimana proses atau teknik pembuatan gendang tersebut.

Gendang atau kendang memang merupakan produk yang sudah lumrah dikenal masyarakat luas, namun keunikan bisnis gendang ini menjadi tantangan dan daya tarik tersendiri bagi Hesti Wuri, seorang wanita pengusaha asal Malang, Jawa Timur yang sejak 1997 mengalihkan kegiatan usahanya dari industri mebel ke industri kerajinan gendang kayu.

Gendang Kayu

Gendang Kayu Cendana Arum

CV Cendana Arum, demikian Hesti memberi nama usaha kerajinan gendang kayunya itu. Dengan memanfaatkan kayu Mahoni gelondongan (kayu bulat) dan kulit kambing yang sangat mudah diperoleh di sekitar bengkel kerjanya yang berlokasi di Jl. S. Parman 35, RT 08, RW 03, Desa Sumberpucung, Malang, Jawa Timur, Hesti memulai usahanya dengan memproduksi berbagai ukuran dan jenis gendang kayu serta memasarkannya ke sejumlah wilayah di tanah air. Hesti pun rajin mengikuti berbagai pameran di tanah air mulai dari pameran yang khusus menampilkan produk UKM sampai pameran berskala internasional seperti Pameran Produk Ekspor (PPE).

Sekilas produk gendang kayu produksi CV Cendana Arum tidak jauh berbeda dengan produk gendang kayu lain yang diproduksi oleh perajin gendang kayu di tanah air. Apalagi yang namanya gendang itu bentuknya tidak banyak variasinya dan fungsinya hanya begitu-begitu saja, yaitu hanya untuk ditabuh.

Namun apa sebetulnya yang menjadikan gendang Cendana Arum menjadi menarik dan banyak diminati pembeli, tidak hanya pembeli dari dalam negeri, tetapi juga pembeli dari mancanegara? Seperti juga Furniture Bambu Lokal Mampu Tembus Pasar Global.

Produk gendang kayu Cendana Arum memang berbeda dengan produk gendang kayu pada umumnya. Sebab gendang kayu Cendana Arum selain memiliki suara yang merdu ketika ditabuh, juga memiliki penampilan yang sangat menarik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Jadi, selain berfungsi sebagai gendang, produk kerajinan hasil karya Hesti ini juga berfungsi sebagai karya seni yang dapat digunakan sebagai pajangan atau hiasan interior rumah atau kantor

Keunikan dan nilai seni gendang kayu Cendana Arum terletak pada ukiran (carving) kayu dan pengecatan pada badan gendang. Terdapat dua jenis ukiran utama yang banyak dipakai dalam pembuatan gendang Cendana Arum, yaitu ukiran timbul dan ukiran garis. Motif ukiran yang dipakaipun beraneka ragam, mulai dari motif naga, ganja, ular dan berbagai motif etnik. Cendana Arum pun menerima pesanan motif dari pembeli untuk gendang kayu yang dipesannya.

Untuk pemasarannya, Hesti kini memiliki tiga lokasi pemasaran di dalam negeri, yaitu satu galeri di Jakarta (di Sunter) dan dua lokasi pemasaran (galeri) di Bali. Selain ketiga lokasi pemasaran tetap tersebut, Hesti juga rajin mengikuti berbagai pameran di tanah air.

Interaksi dengan para pembeli manca negara terjadi melalui pertemuannya di galeri-galeri dan di berbagai pameran. Para pembeli mancanegara yang berkunjung ke stand atau galeri Hesti umumnya selalu memesan produk gendang Cendana Arum.

Bahkan ada diantara pembeli mancanegara itu yang terus memelihara hubungannya dengan baik dengan memesan gendang secara teratur, seperti yang dilakukan oleh Magnum Impact dari India. Perusahaan India yang secara rutin mengekspor produk gendang ke Amerika Serikat dan Jamaica itu sudah beberapa kali memesan gendang dari Cendana Arum. Selain pembeli dari India, sejumlah pembeli dari negara lainnya juga pernah memesan gendang Cendana Arum. Mereka adalah para pembeli dari Rumania, Yunani dan Spanyol.

 

Gendang Kayu Menembus Pasar Dunia

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *