Industri Penerbangan di Indonesia dan Global

Dunia penerbangan modern ini menjadi sangat penting ketika masyarakat lebih mengutamakan efektivitas dalam beraktivitas, namun mengesampingkan soal status biaya yang akan mereka keluarkan untuk menggunakan jasa penerbangan dalam aktivitas mereka. Kenyamanan dan singkatnya waktu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia menggunakan moda transportasi udara saat ini. Melihat kondisi jaman yang semakin berkembang, serta kemajuan teknologi nampak opsi menggunakan transportasi udara menjadi sangat ideal.

Industri Penerbangan Global

Bisnis industri penerbangan baik di Indonesia maupun internasional terus mengalami dinamika. IATA mencatat bahwa Asia memiliki empat dari lima negara di dunia yang mengalami kenaikan total penumpang per tahun, yakni China, India, Indonesia dan Vietnam. Pada dekade ini juga terdapat peralihan tren maskapai seiring dengan permintaan konsumen akan layanan penerbangan. Seiring dengan bertambahnya kalangan ekonomi kelas menengah baik di Asia maupun Indonesia, hal ini mendorong lebih banyak permintaan akan layanan Low Cost Carrier (LCC). Pada pasar Asia, maskapai LCC telah berhasil melakukan penetrasi sebesar 31% dari total penumpang yang diangkut di Asia, dan penetrasi dari LCC ini diprediksikan dalam waktu dekat akan mengalahkan pasar eropa dan Amerika Utara yang telah dahulu mature.

Kedepan, IATA memperkirakan bahwa pada kawasan Asia Pacific, pasar penerbangan akan memperoleh tambahan 1.8 miliar penumpang pertahun pada tahun 2035. IATA juga memprediksikan bahwa pada tahun 2024, total pasar penerbangan di China akan menggantikan posisi US sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia India akan menggantikan Inggris untuk menempati urutan ketiga dalam pasar penerbangan dunia pada tahun 2025. Dan diprediksikan pula Indonesia pada tahun 2025 akan memasuki 10 besar dari urutan pasar penerbangan dunia.

Pada penerbangan internasional, meskipun terjadi pelemahan perekonomian global yang mengarahkan pada penurunan pertumbuhan secara signifikan di beberapa negara, Indonesia justru mencatat inbound arrival yang relatif kuat jika pada tahun 2016. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia melalui kementerian pariwisata melaksanakan aktivitas pemasaran yang berkelanjutan untuk meningkatkan minat wisatawan mancanegara terhadap beberapa destinasi di Indonesia. Hal ini juga ditunjang oleh kebijakan pemerintah tentang pembebasan visa yang memasuki wilayah Indonesia. Hal inilah yang mendorong pertumbuhan yang relatif baik terhadap inbound travel di Indonesia.

Industri Penerbangan Global

Dengan pasar negara berkembang terus tumbuh dan model bisnis baru berkembang, basis pelanggan untuk penerbangan menjadi semakin beragam. Pada tahun 1995, penerbangan di Eropa atau Amerika Utara menguasai 64% dari seluruh lalu lintas penerbangan global. Pada 2035, persentase penerbangan di Eropa atau Amerika Utara akan menyusut menjadi 37%, dengan penerbangan di Asia Pasifik dan Timur Tengah menjadi lebih menonjol dalam penerbangan global.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat pada tingkat 4,1% per tahun, melampaui rata-rata global sebesar 2,9% serta didorong oleh China dan India sebagai mesin utama pertumbuhan, pangsa wilayah Asia dari GDP dunia diproyeksikan naik dari 31% saat ini menjadi 39% pada 2035. Tingkat pertumbuhan yang signifikan di pasar berkembang diperkirakan akan berlanjut. Akibatnya, penerbangan, kapasitas bandara, dan lalu lintas penumpang diperkirakan akan mengalami tingkat pertumbuhan yang kuat dalam 20 tahun ke depan.

Permintaan di penerbangan komersial juga datang dari ekspansi berkelanjutan dari kelas menengah di Asia, dengan sektor yang lebih besar dari populasi mencapai tingkat pendapatan yang membuat terbang lebih terjangkau. Meskipun kehadiran geopolitik fluktuasi konflik dan mata uang, penerbangan Asia diperkirakan akan semakin meningkat .

Asia mendapatkan keunggulan dalam penerbangan global dan diharapkan menjadi pasar penerbangan terkemuka di dunia. Lalu lintas udara total untuk wilayah ini diperkirakan tumbuh rata-rata 6,0%, dan pada 2035, lalu lintas penumpang di seluruh Asia akan merupakan 48,7% dari lalu lintas penumpang global. Didorong oleh pembangunan daerah yang kuat ekonomi, struktur industri yang sangat efektif, dan meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi udara, lebih dari 100 juta penumpang baru diproyeksikan untuk memasuki pasar setiap tahunnya.

 

Industri Penerbangan Indonesia dan Global – Lentera Bisnis

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *